Komandan Kodim 0815/Mojokerto Letkol Inf. Abi Suwandoyo Baru didampingi Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko saat memberikan keterangan pers, Sabtu (10/01/2026) sore.
Mili.id - SPPG yang menyuplai Program Makanan Bergizi (MBG) ke Ponpes AL Hidayah dan Mahad An Nur di Mojokerto ditutup sementara setelah diduga menyebabkan keracunan massal pada ratusan santri, Sabtu (10/01/2026).
Penutupan sementara distribusi dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 ini dilakukan sebagai langkah antisipatif sambil menunggu hasil investigasi menyeluruh dari pihak berwajib.
Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober
Diketahui SPPG tersebut melayani 2.679 penerima manfaat MBG yang tersebar di 20 sekolah di Kabupaten Mojokerto. Dan yang terdampak keracunan masal ada 7 sekolah.
Pemerintah daerah bersama TNI, Dinas Kesehatan, serta kepolisian melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan penyebab insiden dan mencegah kejadian serupa terulang.
Komandan Kodim 0815/Mojokerto Letkol Inf. Abi Suwandoyo Baru menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan adanya kelalaian maupun pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kalau terbukti ada kelalaian dan unsur pidana, pasti kami proses sesuai hukum,” tegasnya.
Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK
Pemerintah juga memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal.
Seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah, dan posko kesehatan akan tetap dibuka hingga seluruh korban dinyatakan pulih sepenuhnya.
Hingga saat ini, aparat terkait masih melakukan pendalaman, termasuk pemeriksaan sampel makanan dan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.
Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari proses penyelidikan.
Ratusan santri tersebut mengalami gejala medis mulai dari mual, pusing, muntah hingga diare sejak Jumat (09/01/2026) malam. Hingga bereaksi lemas saat Sabtu (10/01/2026) pagi.
Editor : Erwin Muhammad
