Agoeng Prasodjo
Mili.id - Komisi C DPRD Kota Surabaya sidak ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), memastikan kesiapan penyelenggaraan kualifikasi piala AFC U-20 2022.
Menurut Sekretaris Komisi C Agoeng Prasodjo, semarak penghelatan AFC U-20 tidak tampak sama sekali. Ia menilai, hal ini dipicu dinas terkait tidak bisa mengimbangi laju Walikota Eri Cahyadi, dalam memasarkan AFC di Kota Surabaya ini.
Baca juga: Gerindra Pasang Badan Bela Penolakan Warga Tolak Spiritshaus Surabaya
Komisi C saat sidak ke Stadion Gelora Bung Tomo
"(Surabaya) kan sebagai perwakilan Indonesia dikancah dunia, maka harus baik dalam menyongsong agenda tersebut," ujar Agoeng di ruang Komisi C
Saat sidak, tambah Agoeng, pihaknya tidak melihat umbul-umbul yang terpasang, dan ucapan selamat datang bagi timnas yang akan berlaga.
"Itu tidak ada sama sekali, tidak ada semarak." tegas Agoeng.
Padahal, kata Agoeng kalau bicara stakeholder atau ranahnya jadi satu. Yakni, pariwisata, pemuda dan olahraga. Lantas politisi Partai Golkar ini menanyakan, dimana peran pariwisatanya? Sedangkan besok Surabaya bakal jadi tuan rumah.
"Nilai jual Surabaya itu juga enggak ada? Jadi (jangan) memandang AFC hanya jangan sebagai sebatas main bola, jangan!" ketus Agoeng.
Tapi, urai Agoeng gelaran kualifikasi AFC bisa menghasilkan prekonomian, misalnya diikut sertakan UMKM, dengan mengasih lahan di sekitar stadion. Kota Pahlawan tegas dia, dapat menghadirkan, menyodorkan berbagai hal, dari segi ekonomi, transportasi dan semaraknya penyambutannya.
"Harusnya, biar kelihatan semarak umbul-umbul dipasang, selamat datang kontingen, mulai dari sudut kota menuju GBT. Itu menunjukkan, Surabaya memang cukup siap sebagai tuan rumah." beber Agoeng
Kendati begitu, Agoeng mengakui, akses ke GBT dari jalur tol yang belakang cukup bagus. Namun sesalnya, begitu masuk ke lokasi Stadion biasa saja.
"Biasa saja." demikian ketus Agoeng.
Baca juga: Drainase Tersumbat Kabel Misterius, Rumah Warga Terancam Banjir Saat Musim Hujan
Editor : Redaksi
