382 Napi Lapas Tulungagung Terima Remisi Idulfitri, Empat Langsung Bebas

382 Napi Lapas Tulungagung Terima Remisi Idulfitri, Empat Langsung Bebas © mili.id

Pemberian remisi di lapas Tulungagung

Mili.id — Sebanyak 382 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung menerima Remisi Khusus (RK) Idulfitri 1447 Hijriah. Dari jumlah tersebut, empat orang narapidana langsung menghirup udara bebas setelah memperoleh Remisi Khusus II (RK II) pada perayaan Lebaran tahun ini.

Pemberian remisi diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan tersebut menjadi bentuk apresiasi negara atas perilaku baik serta partisipasi aktif narapidana dalam mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana.

Baca juga: Gagalnya Penyelundupan Narkoba dengan Modus Dilempar ke Lapas Tulungagung

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, mengatakan momentum Idulfitri di lingkungan lapas tidak sekadar menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga sarat makna pembinaan dan harapan baru bagi warga binaan.

Menurutnya, Hari Raya Idulfitri menjadi simbol perubahan sekaligus kesempatan kedua bagi para warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik setelah menjalani masa hukuman.

Baca juga: 275 WBP di Situbondo Terima Remisi Momen Idulfitri dan Nyepi

“Momentum Idulfitri di Lapas Kelas IIB Tulungagung ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan semata, namun juga menjadi simbol harapan, perubahan, dan kesempatan kedua bagi seluruh warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, Lebaran juga menjadi waktu refleksi diri bagi warga binaan untuk memperkuat komitmen dalam menjalani proses pembinaan. Pihak lapas berharap remisi yang diberikan dapat menjadi motivasi bagi narapidana untuk terus memperbaiki diri.

Baca juga: Perempuan Pengunjung Lapas Tulungagung Selipkan 3 Paket Sabu di Kerudung

“Hari raya ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Kami berharap seluruh warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ma’ruf menegaskan bahwa program pembinaan di lapas tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga mencakup pembinaan mental dan spiritual secara berkelanjutan. Pendekatan humanis tersebut diharapkan mampu mempersiapkan warga binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Editor : Redaksi



Berita Terkait