Debat Sengit dengan IMF–Bank Dunia, Purbaya Malah Ditawari Utang

Debat Sengit dengan IMF–Bank Dunia, Purbaya Malah Ditawari Utang © mili.id

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terlibat perdebatan panas dengan lembaga keuangan global seperti International Monetary Fund dan World Bank terkait arah kebijakan fiskal Indonesia.

Mili.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terlibat perdebatan panas dengan lembaga keuangan global seperti International Monetary Fund dan World Bank terkait arah kebijakan fiskal Indonesia. Namun alih-alih berujung konflik berkepanjangan, diskusi tersebut justru menghasilkan tawaran tak terduga: pinjaman utang untuk Indonesia.

Dilansir dari Detik, Perdebatan itu dipicu perbedaan pandangan soal kebijakan subsidi dan ketahanan fiskal Indonesia di tengah tekanan global. IMF dan Bank Dunia mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu agresif menggelontorkan subsidi karena berisiko membebani anggaran negara.

Baca juga: Belanja Negara 2026 Diperkirakan Naik Jadi Rp3.942 Triliun

Purbaya tak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih kuat dan terkendali, bahkan di tengah gejolak ekonomi dunia. Ia juga menyampaikan optimisme bahwa ekonomi nasional tetap mampu tumbuh tinggi berkat fondasi yang solid.

Baca juga: Lima Terpidana Korupsi Kembalikan Kerugian Negara Rp3,01 Miliar di Blitar

Dalam forum tersebut, pihak IMF bahkan menawarkan fasilitas pinjaman sebagai langkah antisipasi menghadapi ketidakpastian global. Tawaran itu diberikan sebagai bentuk dukungan jika Indonesia membutuhkan bantalan tambahan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Namun, Purbaya dengan tegas menolak. Ia menyatakan Indonesia tidak membutuhkan bantuan utang karena masih memiliki cadangan fiskal yang kuat, termasuk saldo anggaran lebih (SAL) yang mencapai ratusan triliun rupiah.

Baca juga: Anggaran Dinilai Belum Cukup, BPIP Usulkan Tambahan Rp370 Miliar

Sikap ini menegaskan posisi Indonesia yang ingin tetap mandiri dalam menghadapi tekanan ekonomi global, sekaligus menunjukkan kepercayaan diri pemerintah terhadap kekuatan APBN saat ini.

Editor : Redaksi



Berita Terkait