Kondisi Dua Pegawai Kantor Pegadaian Swasta di Surabaya Usai Dirampok

Kondisi Dua Pegawai Kantor Pegadaian Swasta di Surabaya Usai Dirampok © mili.id

Salah satu pegawai KSP Gadai di Surabaya korban perampokan (Foto: Rama Indra/mili.id)

Surabaya - Dua pegawai Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Gadai Jalan Kapas Krampung, Surabaya menjadi korban kekerasan komplotan perampok yang menyatroni kantornya pada Rabu (7/2/2024) malam.

Dua pegawai wanita itu bernama AS (23) dan FH (20). Mereka mengalami luka luka di kepala dan terdapat luka bekas cekikan di leher. Meski begitu, keduanya sudah aktif bekerja.

Baca juga: Pedagang Ancam Demo Balai Kota, Tolak Tarif Stan SWK Kalijudan

Saat peristiwa perampokan itu terjadi, atau sekitar pukul 20.30 WIB, tiga perampok datang dengan menodongkan pisau kepda kedua pegawai itu.

"Mulanya leher saya ditodong pisau, FH dicekik oleh satu perampok lain. Jadi total ada tiga perampok. Dua perampok menyandera kami, satu perampok berjaga di depan (luar) kantor," ungkap AS kepada mili.id, Jumat (9/2/2024).

Selain ditodong pisau, AS diseret dan kepalanya dihantamkan ke tembok kantor dua kali.

"Saya hanya bisa pasrah, ditodong pisau diancam dibunuh lalu diseret ke belakang. Di belakang pun kepala saya dihantamkan ke tembok lalu ditindih," jelasnya.

Baca juga: Dugaan Pungli di SWK Tambak Wedi Kian Menguat, Pedagang Beberkan Kwitansi hingga Kisah Intimidasi

Sedangkan rekan AS, yaitu FH, juga mengalami perlakuan yang sama. Kata AS, FH dicekik, serta kepala dihantamkan ke tembok tiga kali.

"Kalau saya bekasnya cekikkan ada di leher serta di pipi. Sementara FH kepalanya benjol benjol, serta membekas darah matang di kelopak mata," imbuh dia.

Anehnya, lanjut AS, di baju belakang FH ada bekas darah. Namun tidak tahu itu darahnya FH atau darah siapa. Yang jelas tidak ada luka terbuka di tubuh mereka berdua.

Baca juga: Four Points Surabaya Sukses Gelar Summer Class Harpa Tiga Hari

AS menerangkan bahwa dirinya tidak asing sama wajah perampok yang menodongkan pisau di lehernya. Katanya, seperti salah satu customer pegadaian di kantornya.

"Saya tidak asing dengan salah satu perampok yang menodongkan pisau ke saya. Pria itu setengah tua. Sepertinya adalah salah satu costumer di sini," pungkasnya.

 

Editor : Redaksi



Berita Terkait