Operasi Pekat Semeru Polres Mojokerto Kota: Ungkap 66 Kasus, Amankan 76 Orang

Operasi Pekat Semeru Polres Mojokerto Kota: Ungkap 66 Kasus, Amankan 76 Orang © mili.id

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel Marunduri didampingi Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro melakukan pemusnahan barang bukti (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - 1.515 botol minuman keras (miras), dan 108 knalpot brong hasil Operasi Pekat Semeru 2024 Polres Mojokerto Kota dimusnahkan, Rabu (3/4/2024).

"Didapat dari 38 penjual miras ilegal, yang dan dari 76 pemabuk di tempat umum yang diamankan personel gabungan. Termasuk 108 knalpot serta 10 ban dan velg yang tidak sesuai dengan standar pabrikan," ungkap Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel Marunduri.

Baca juga: Residivis Curanmor Ditangkap Saat Berburu Target, Polisi Ungkap Empat Lokasi Aksi Pelaku

Hasil ungkap tersebut merupakan hasil gabungan dari Satreskrim, Satresnarkoba, Satsamapta, Satlantas dan polsek jajaran sejak 19 hingga 30 Maret 2024.

"Total keseluruhan ada 66 kasus selama 12 hari. Dan tersangka diamankan 76 orang. Dari bebeberapa kasus, mulai dari premanisme, perjudian, pornografi, prostitusi, bahan peledak, curanmor, dan peredaran sabu maupun pil double l," beber Daniel.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel Marunduri didampingi Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro melakukan pemusnahan barang buktiKapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel Marunduri didampingi Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro melakukan pemusnahan barang bukti

Baca juga: Kapolres Mojokerto Kota Ajak Ojol, PKL dan Tukang Becak Jadi Mitra Menjaga Kondusivitas Kota

Polres Mojokerto Kota dan jajaran juga mengamankan barang bukti sabu seberat 14,2 gram, serta pil double l sejumlah 2.805 butir dari 12 kasus dengan 20 tersangka.

"Lalu untuk Satresnarkoba terdapat 12 kasus dengan 20 tersangka, berikut barang bukti sabu seberat 14,2 gram serta pil double l sejumlah 2.805 butir," papar Akpol 2004 ini.

Baca juga: Polres Mojokerto Kota Antisipasi Dini Peredaran Vape Narkoba, Gandeng Vape Store hingga Sekolah

Daniel berharap dengan adanya tindakan serius dari hasil Operasi Pekat Semeru ini, bisa membuat aksi kriminal di wilayah hukumnya menurun jelang Operasi Ketupat Semeru 2024.

"Kami berharap didahulukan lewat operasi ini keamanan dapat terjaga dengan baik dan tidak ada yang meninggal dunia saat Operasi Ketupat nanti terlebih menjelang arus mudik nanti," pungkas Daniel.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait