Orangtua Fitria Ungkap Mertua Anaknya itu Dikenal Suka Main Perempuan

Orangtua Fitria Ungkap Mertua Anaknya itu Dikenal Suka Main Perempuan © mili.id

Khoiri alias Satir saat diamankan. (Ist for mili.id)

Surabaya – Orangtua korban Fitria (23), Nurul Afini menceritakan keseharian pelaku (besan), yang tega membunuh putrinya dikenal cukup baik di keluarganya.

Mertua anaknya yang bernama Khoiri alias Satir (52) itu. Namun, ia juga dikenal dengan keseharian gemar bermain wanita (medokan).

Baca juga: Pedagang Ancam Demo Balai Kota, Tolak Tarif Stan SWK Kalijudan

"Baik-baik saja dan dia orangnya bagus. Saya tidak pernah curiga. Bahkan, kemaren pernah saya dicarikan jasa tukang pijat, disaat saya mengeluh capek," kata Nurul, Kamis (2/11/23).

Nurul (52) sampai sekarang tidak menyangka. Kalau putri kesayangannya itu dibunuh oleh mertuanya sendiri, yang selama ini dikenalnya baik.

"Setiap kali kami keluarga berkunjung, jenguk keadaan Fitria ke Pasuruan. Besan (Khoiri) ini selalu membawakan oleh-oleh. Itu dilakukannya, setiap kami kesana," jelas Nurul.

Selama ini, lanjut Nurul, juga tidak pernah ada keluhan dari anaknya terkait perilaku mertuanya dalam bentuk kekerasan, maupun pelecehan.

Baca juga: Dugaan Pungli di SWK Tambak Wedi Kian Menguat, Pedagang Beberkan Kwitansi hingga Kisah Intimidasi

"Tidak pernah ada (kekerasan). Pelecehan pun sampai sekarang tidak tahu, dan kalau soal itu (pelecehan) selama ini aman," katanya.

Meski begitu, menurut Nurul, ada kepribadian dari Satir yang selama ini dia dan keluarganya hapal. Yaitu, Satir (52) dikenal gemar bermain wanita.

"Hal hal lain diatas tadi tidak, cuman wedokan (bermain wanita) iya. Dia kawinan (suka nikah atau main perempuan)," terangnya.

Baca juga: Four Points Surabaya Sukses Gelar Summer Class Harpa Tiga Hari

Nurul kembali menguatkan tepisannya, terkait adanya dugaan putrinya dilecehkan Satir tepat saat sebelum dibunuh. Katanya, ketika memandikan jenazah dirinya tidak lihat tanda - tanda kesitu.

"Ketika memandikan jenazah putri saya. Tidak terlihat tanda tanda mengarah ke situ (pelecehan). Yang ada, cuma bekas memar di perut. Memar itu mungkin ditekan pelaku, tapi soal kebenarannya bagaimana saya juga tidak tahu," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait