TOP! Unesa Sabet Penghargaan Sebagai Kampus Kebangsaan dari BNPT RI
Rabu, 17 Jul 2024 18:41 WIBPenghargaan diterima Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, langsung dari Kepala BNPT RI Komjen Pol. Prof. Dr. Mohammed Rycko Amelza Dahniel.
Penghargaan diterima Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, langsung dari Kepala BNPT RI Komjen Pol. Prof. Dr. Mohammed Rycko Amelza Dahniel.
Pendaftaran gelombang kedua dibuka mulai Sabtu, 13 Juli 2024 hingga 23 Juli 2024.
"Alhamdulillah, yang pasti senang. Karena ini momen yang ditunggu-tunggu," ungkap Rachmat Irianto.
Sementara Rektor Unesa, Nurhasan meminta para wisudawan agar lebih tangguh dan cepat beradaptasi di zaman digitalisasi.
Dari 21 cabor dan 250 nomor yang dipertandingkan, kontingen Indonesia memboyong total 296 medali dengan rincian, 126 emas, 99 perak, dan 71 perunggu.
Sejarawan Unesa, Prof. Drs. Nasution menyebut, ada 15 sampai 20 tempat di Jatim yang disurvei, mulai air terjun hingga telaga.
Event ini mengusung tema "Fostering Indonesia-French Higher Education, Research, and Innovation Partnership for Advanced and Sustainable Future".
Seleksi jalur ini disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta berdasarkan jenis disabilitasnya karena itu, di lokasi seleksi disiapkan tim pendamping dan sejumlah alat bantu komunikasi yang dibutuhkan.
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mempertahankan pencapaiannya dalam pemeringkatan internasional Times Higher Education (THE) Impact Ranking 2024.
Jumlah itu diterima dari 55.848 peserta yang memilih Universitas Negeri Surabaya (Unesa) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024.
SMP Labschool Unesa 3 menggelar kegiatan proyek kelulusan dengan berbagai macam inovasi yang bertajuk "Merdeka Belajar".
Program itu diluncurkan Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni Unesa.
Hal ini sudah menjadi komitmen Unesa sejak menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
Kegigihannya mengikuti UTBK tak padam, meski sedang menderita demam berdarah dengue (DBD).
Pendidikan tinggi di Indonesia menghadapi tiga tantangan, yaitu kesenjangan akses, kesenjangan kualitas, dan kesenjangan relevansi.