YPTA Surabaya Resmikan Gedung Berinvestasi Rp 33 Miliar
Sabtu, 28 Okt 2023 14:33 WIBGedung yang memiliki bangunan seluas 5.800 m2 ini dengan sengaja diresmikan secara khusus pada saat momentum Sumpah Pemuda ke-95.
Gedung yang memiliki bangunan seluas 5.800 m2 ini dengan sengaja diresmikan secara khusus pada saat momentum Sumpah Pemuda ke-95.
Tiga berita terpopuler pilihan pembaca
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian Nahdia Aurelia Aurita dalam tesisnya di Prodi Kajian Gender 2023.
Dalam pameran PKM 2023 ini menghadirkan 8 karya mahasiswa Unusa yang lolos program PKM Bidang Kewirausahaan dari 33 judul.
Dalam acara Hacktober Fest 2023 terdapat workshop yang dibagi menjadi dua kelas dengan pilihan materi yang berbeda.
IISMA merupakan salah satu program pemerintah yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa di Indonesia untuk belajar selama satu semester di kampus luar negeri.
Program penguatan kapasistas organisasi kemahasiswaan tersebut berhasil mendapatkan pendanaan dari DIKTI.
Diharapkan para atlet ini dapat mengharumkan nama UM Surabaya, keluarga, dan seluruh masyarakat Indonesia di kancah dunia.
Akselerasi tersebut bertujuan agar lulusan perguruan tinggi lebih relevan dengan konteks dan zamannya.
Ketegangan yang berlangsung antara Palestina dan Israel itu memberikan dampak yang besar terhadap kondisi politik global.
Pemuda asal mojokerto sejak kecil suka dengan dunia pariwisata, sehingga pada semester 6 saat kuliah dirinya bertekad untuk melangkah dengan menciptakan sebuah destinasi pariwisata berkonsep baru.
“Saya punya trauma karena sejak kecil saya melihat kematian dimana-mana khususnya anak-anak dan perempuan. Keadaannya sangat tragis hingga hari ini,” Sondos Jehad Shnewra mahasiswa asal Gaza Palestina.
Ini merupakan gelombang ke tiga kali jabatan Guru Besar diraih oleh Dosen UHT semenjak periode Maret – Oktober 2023.
Tim yang pimpin oleh dosen Teknik Sistem Perkapalan UHT Surabaya, Erik Sugianto itu, mengaplikasikan teknologi tersebut di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Karimiyyah, Desa Braji, Kabupaten Sumenep
Sulitnya pengembangan pariwisata dilakukan di Pulau Gili Labak dikarenakan keberadaannya yang terpencil dan cukup sulit untuk dijangkau.