Sebelum Tewas Diracun Suami, Wanita di Malang itu Disebut Sering Alami KDRT

Sebelum Tewas Diracun Suami, Wanita di Malang itu Disebut Sering Alami KDRT © mili.id

Polisi melakukan identifikasi di lokasi kejadian (Foto: Muhammad Anam/mili.id)

Malang - Wanita di Malang yang tewas dengan mulut berbusa akibat dipaksa minum cairan pembersih lantai oleh suaminya, disebut sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Korban diketahui berinisial Shanti (43). Sedangkan suaminya adalah Yayan (43). Keduanya tinggal di Perumahan Bumi Mondoroko Blok GO Nomor 32 Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang bersama tiga anaknya.

Baca juga: Polisi Sahabat ABK, AKP Totok Edukasi Pencegahan Asusila dan Bullying ke Siswa SLB-B YPTB Malang

Warga setempat, Dewi mengatakan bahwa korban sering curhat kepada dirinya bila sering dipukuli suaminya.

Baca juga: Wanita di Malang Tewas dengan Mulut Berbusa Diduga Diracun Suami

"Sering kali dicurhati oleh korban kalau dianiaya suaminya dua sampai tiga kali, bahkan sampai badannya memar-memar. Ia juga pernah menyampaikan ke Pak RT," terang Dewi, Jumat (26/1/2024).

Meski begitu, korban tidak ingin melaporkan tindakan suaminya kepada polisi, walaupun pernah ia sarankan.

"Penganiayaan yang kerap ia alami misalnya dipukul, ditendang, dan lainnya. Jujur kami tak menyangka akhirnya korban meninggal dunia. Sebab setahun ini hubungan mereka nampak membaik," ungkap Dewi.

Dewi menambahkan, kejadian ini diketahui setelah anaknya yang berusia 5 tahun menangis di depan rumah. Karena penasaran, ia pun mendekat untuk mencari tahu.

"Sebab saya juga mendengar jika ada keributan. Waktu saya tanya, anak korban minta air putih, soalnya ibunya baru saja minum racun. Korban juga sempat telepon ke salah satu tetangga bila kondisinya kritis," tuturnya.

Baca juga: Road Map Pesantren Tangguh Bencana Digulirkan, Jatim Perkuat Tim PESTANA di Seluruh Daerah

Warga lalu mendatangi rumah korban dan menemukan Sn tidak sadarkan diri. Sedangkan Yn, suami korban sudah pergi meninggalkan rumah.

"Sama warga langsung dibawa ke puskesmas. Lalu setelah itu, korban dirujuk ke Rumah Sakit Marsudi Waluyo Singosari," jelas Dewi.

Dewi sempat bertanya ke anak pertama korban yang berinisial S terkait kejadian yang dialami ibunya.

"Saya tanya ke anak pertama korban, dan katanya ibunya seperti itu karena dicekoki atau dipaksa minum racun oleh ayahnya (suami korban)," tutur Dewi.

Baca juga: Siapkan Generasi Job Creator, Kepala Bakorwil Malang Perkuat Sinergi Kampus dan Dunia Usaha

"Dan yang jelas, saat korban ditemukan keracunan, suaminya itu sudah pergi meninggalkan rumah," tegasnya.

Sementara Kapolsek Singosari, Kompol Masyhur Ade menyatakan bahwa suami korban sudah diamankan di Mapolres Malang untuk menjalani pemeriksaan. Sedangkan jenazah korban sudah di RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk proses autopsi.

"Untuk barang bukti yang diamankan seperti botol sebagai tempat cairan pembersih lantai, gelas, baju korban yang ada bekas muntahan, dan juga baju milik anak korban yang dipakai mengelap sisa muntahan," beber Ade.

Pihaknya juga menunggu hasil dari forensik untuk mengetahui adanya kekerasan pada tubuh korban dan lainnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait