Jakarta Siaga Demo, Polisi Kerahkan 7.345 Personel Pengamanan
Rabu, 20 Mei 2026 09:25 WIBJakarta Siaga Demo, Polisi Kerahkan 7.345 Personel Pengamanan
Jakarta Siaga Demo, Polisi Kerahkan 7.345 Personel Pengamanan
Ribuan Buruh Gelar Aksi di DPR Jelang May Day, Suarakan Sejumlah Tuntutan
Aksi tersebut merupakan buntut dari permasalahan ketenagakerjaan yang terjadi di PT Kasa Husada Wira Jatim, salah satu anak perusahaan dari PT PWU yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Demo lanjutan ini tetap dengan tuntutan yang sama, yakni meminta pelunasan THR Tahun 2025, dan gaji bulan Mei 2025.
Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah Yudi Indras Wiendarto mengungkapkan jika situasi yang terkendali ini tiba-tiba berubah ricuh ketika ada kelompok yang diduga bukan buruh ini membuat onar hingga melakukan tindakan anarkis.
Polemik ini berawal dari pemilik perusahaan Soegiharo meninggal dunia dan perusahan tersebut kemudian dikelola ketiga anaknya yang berinisial DK (anak pertama), ST (anak kedua) dan HS (anak ketiga).
Ratusan buruh berasal dari Sumberwadung, Kali mrawan, Sumber Tenggulun, Sumber Pandan, dan Sumber Pasang ini menuntut kelayakan upah.
Massa aksi membawa sebuah keranda yang dibopong dari titik longmarch hingga ke depan Grahadi.
Polisi siap mengawal para buruh menyampaikan aspirasinya di muka umum, dengan catatan wajib mentaati ketertiban umum.
Ada beberapa tuntutan buruh kepada pemerintah.
Buruh sempat demo pertama di depan pabrik.
Demo ini disebut tak ada pemberitahuan sebelumnya pada pihak kepolisian.
"Ada tiga lajur dipakai semua. Saya arahkan merapat ke kiri, terus ngeyel," ujar Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman.
Ratusan buruh pabrik triplek PT Bina Satria Abadi Sentosa Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo menuntut gaji mereka yang belum terbayar.
"Tersangka ini dikenakan wajib lapor dua hari dalam seminggu," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono.