Selidiki Kasus Kepala Bayi Tertinggal di Rahim, Polisi Gandeng Tim Forensik dan Ahli
Kamis, 14 Mar 2024 10:03 WIBSatreskrim Polres Bangkalan juga telah memeriksa tiga orang saksi.
Satreskrim Polres Bangkalan juga telah memeriksa tiga orang saksi.
Ibu muda asal Bangkalan, Madura itu mengaku melahirkan bayi dengan kepala tertinggal dalam rahim.
"Saya juga curiga kok banyak lalat. Saya ambil tongkat, saya cukup buka sedikit ternyata kelihatan tangannya," beber Ponidi.
7 bayi lahir pada 29 Februari 2024 di tiga rumah sakit berbeda di Surabaya.
"Kami sudah lakukan olah TKP, juga memeriksa sejumlah saksi. Hingga saat ini masih terus didalami lagi," jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono.
"Kondisinya sehat. Sekarang sudah di rumah sakit, masih dirawat," jelas Kapolsek Lakarsantri, Kompol M Akhyar.
"Meski demikian, kami masih menunggu hasil rilis dari survei kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, untuk memastikan angka stunting di Kabupaten Situbondo," kata Dina Fitrya.
"Posisi bayi sekarang di Rumah Sakit Porong," terang Kapolsek Buduran, Kompol Hery Setyo Susanto.
Bayi tak berdosa itu ditemukan pertama kali oleh petugas pemilah sampah.
Ketika itu tidak ada hujan, hanya angin aja, hanya hitungan dalam detik tiba-tiba angin kencang datang.
Bayi ini sebelumnya diletakan di samping rumah warga bernama Agus Arfian, depan SDN Dabasah 3 Bondowoso.
Bayi tak berdosa itu terbungkus selimut berwarna motif putih biru.
Bayi perempuan itu ditemukan dalam kondisi ari-ari masih melekat lalu dibungkus dalam secarik kain.